Beternak Jangkrik Pakan Burung

beternak-jangkrik-hcsBeternak jangkrik akhir-akhir ini menjadi ladang bisnis baru yang sangat mengiurkan, ide ini berawal dari imbas banyaknya peternak burung kicau yang membutuhkan sebagai sumber gizi untuk binatang kesayangannya, selain burung, ikan hias juga memangsa jangkrik, dengan memberikan pakan jangkrik kepada burungnya membuat suara kicau semakin merdu, akhirnya mulailah hewan yang suka mengerik mulai di budidaya, wal hasil dengan memelihara jangkrik bisa di jadikan sebagai sumber masukan uang sampingan, dan ada pula yang menjadikan bisnis ini sebagai bisnis tetap mereka. Apakah anda tertarik dengan ternak jangkrik? Sebelum memulai ternak jangkrik mari kita lihat sejarah hewan ini.

jangkrik atau Cengkerik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah hewan omnivora atau memakan daging dan tumbuhan, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh jangkrik jantan. Suara ini digunakan untuk menarik betina dan menolak jantan lainnya. Suara jangkrik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies jangkrik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.

jangkrik telah dipelihara manusia sejak lama, dan di Asia dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Laga jangkrik adalah sejenis permainan yang populer dan kerap kali melibatkan taruhan. Di Caraguatatuba, Brazil, jangkrik hitam di dalam ruangan dipercaya sebagai tanda datangnya penyakit, jangkrik hijau harapan, dan jangkrik kelabu uang.

Tingat keberhasilan beternak jangkrik bisa mencapai 91% kesuksesannya. Keberhasilan dalam penetasan dan pembesaran jangkrik juga sama-sama 91%, asalkan perawatan jangkrik dilakukan dengan sungguh-sungguh dan dalam pemberian pakan jangkrik tidak mengalami keterlambatan serta pandai menyiasati bagaimana pola hidup jangkrik di Alam, hal ini menadakan usaha budidaya jangkrik tidak memiliki resiko yang tinggi. Baikah mari kita share langsung bagaimana cara berbudidaya jangkrik yang praktis dan menguntungkan.

Langkah-langkah beternak jangkrik adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan kandang jangkrik lengkap dengan peralatannya

Ukuran Kandang

Kandang Jangkrik terbuat dari kayu tripleks berukuran 100cm x 60cm x 35cm bisa menampung sampai 25kg jangkrik tlondo. Pada bagian dalam   Dan kotak ini bisa digunakan 4-8 kali (tergantung kondisi media). Atap kandang diberi penutup berupa kasa/waring dan plastik. Pada bagian dalam atas kandang diberi lakban untuk mencegah jangkrik keluar dari kandang.Kandang-Jangkrik-Tunggal

 Bahan yang dibutuhkan:

  • lakban licin coklat 1 buah
  • lem kayu 1 buah
  • semen putih 2 kg
  • tre (wadah telur bekas) secukupnya
  • tripleks/kardus ukuran 20×30 cm untuk wadah pakan voor

Pendukung Kandang

Pendukung pertumbuhan atau rumah jangkrik adalah tempat merambat dan nangkring jangkrik berupa Tre wadah telur bekas sebagai media hidup Jangkrik

  1. Pembibitan

  • Pemilihan Bibit dan Calon Induk

Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon Induk Jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
Adapun ciri-ciri indukan, Induk Betina, dan Induk Jantan yang baik adalah sebagai berikut:
Indukan:

  • sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
  • kedua kaki belakangnya masih lengkap.
  • bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
  • badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
  • pilihlah induk yang besar.
  • memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.

Induk jantan:

  1. selalu mengeluarkan suara mengerik.
  2. permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
  3. tidak mempunyai ovipositor di ekor.

Induk betina:

  1. tidak mengerik.
  2. permukaan punggung atau sayap halus.
  3. ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.

Perawatan Bibit dan Calon Induk
Perawatan Jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.

  1. Sistem Pemuliabiakan

Sampai saat ini Pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.

    •         Reproduksi dan Perkawinan

Induk dapat memproduksi Telur Jangkrik yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila jangkrik-siap-bertelurdiberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, dinding kandang diolesi tanah liat, semen putih dan lem kayu, dan diberi daun-daunan kering seperti daun pisang, daun jati, daun tebu dan serutan kayu.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagian dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).Selain peneluran secara alami, dapat juga dilakukan peneluran secara caesar. Akan tetapi kekurangannya ialah telur tidak merata matangnya (daya tetas).

          •   Proses penetasan

Sebelum “Penetasan Telur Jangkrik” sebaiknya terlebih dahulu disiapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

Bahan yang dibutuhkan untuk menetaskan telur:

  • Kain tetas 2 buah/dus atau per kandang.
  • Nampan 2 buah/dus atau per kandang.
  • Pasir.
  • Sprayer.
  • Kertas koran bekas.
  • Paket telur jangkrik yang berisi telur 400 gram/paket.

Cara menetaskan telur jangkrik:

  • Taruh 20 gram telur (1-2 sendok/dus atau per kandang).
  • Telur diangin-anginkan terlebih dahulu sekitar 1/2 jam.
  • Cuci pasir dengan air panas dan letakkan di atas nampan.
  • Nampan diisi pasir (lembab).
  • Siapkan kain tetas, lembabkan dengan air yang telah diberi SOC HCS.
  • Taruh kain tetas di atas nampan.
  • Taburkan telur merata di kain tetas.
  • Tutup telur dengan melipat kain tetas.
  • Tutup kain tetas dengan kertas koran lembab.
  • Jaga kelembaban kain tetas (disemprot tiap hari).

4. Pemeliharaan

Pada proses pembesaran, jangkrik diberi pakan yang cukup baik yaitu pakan pelet buatan dan sayuran (wortel, gambas, daun katuk, daun pepaya, sawi, dan lainnya).

Pemberian sayuran mengikuti ketentuan berikut masa pertumbuhan hari ke-1 sampai ke-10 sebanyak 2 kali/hari, hari ke-11 sampai ke-30 (1 kali/2 hari) dan masa pertumbuhan lebih dari 30 hari tidak diberi pakan sayur.

Tahapan pemberian pakan sayuran:

  • Cuci dan tiriskan sayuran.
  • Iris tipis sayuran yang sudah tiris.
  • Angin-anginkan sekitar lima menit.
  • Pakai alas lebih baik ketika menganginkan.
  • Buang sisa sayuran yang tidak dimakan sebelum diganti, sebaiknya sore hari.
  • Untuk minuman diberikan dalam pasir lembab, semprot dengan larutan SOC HCS.

Cara penggunaan SOC HCS.

  • Siapkan air secukupnya.
  • Beri SOC HCS dengan perbandingan 1 cc : 2 ltr air.
  • Larutkan gula pasir/gula kelapa ½ sendok teh.
  • Diamkan selama 15 menit lalu semprotkan pada pasir sampai lembab.
  1. Bahan pakan dan minum.

Pakan

    • Dibutuhkan 6 kg pakan per dus/kandang sampai panen
    • Berikan sesuai kebutuhan
    • Pakan hendaknya habis tiap hari
    • Pemberian pakan dua kali sehari
    • Pakan diletakkan di tengah kotak
    • Pakai alas lebih baik
    • Di atap rumah jangkrik (semprot terlebih dahulu)
    • Pakan buatan Astrik diletakkan tipis merata (tidak menggunung).

Minum.
Masa Pertumbuhan 1-10 hari minuman diberikan di:

      • Spon/busa dibasahi dalam wadah/nampan beralas pasir atau kain di tengah kotak, yang telah dibasahi dengan larutan SOC HCS.
      • Semprot atap rumah jangkrik.
      • Kontrol pakan dua kali sehari.

Masa Pertumbuhan lebih dari 10 hari minuman diberikan di:

      • Nampan penetasan yang diisi kerikil dan air.
      • Tambah air kalau kurang.
      1. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan Peternakan Jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.

  1. Pengontrolan Penyakit

Untuk pembesaran jangkrik, dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi tidak basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.

  1. Panen

Jangkrik bisa dipanen pada umur 35 hari yaitu ketika sudah bersayap. Panenan jangkrik (yang sehat, tidak ada luka atau anggota badan lepas).

Hal-hal yang perlu diperhatikan :

  • Jangkrik tumbuh kerdil karena bibitnya buruk atau suhu kandang lebih dari 30 derajat C (terlalu panas).
  • Kanibalisme atau saling memakan antar jangkrik disebabkan kurang makanan/sayur, kurang minum, atau kurang rumah/persembunyian.
  • Jangkrik mencret diakibatkan makanan tak teratur dan suhu yang kurang baik.
    Hati-hati terhadap perangkap yang menyebabkan jangkrik meloloskan diri dan tidak nyaman seperti Lakban terbuka, ada lubang Lakban, air tergenang, lubang pinggir dinding, dan lubang kecil untuk kabur.
  • Penting membersihkan kandang sebelum digunakan
    kembali dengan kuas/sikat gigi bekas, semprot dengan larutan sirih atau desinfektan, lalu jemur di sinar matahari langsung selama dua hari.

Mudah-mudahan bermanfaat, dan jika ada kekurangan kami mohon maaf, kami berterima kasih atas komentar yang mendidik untuk melengkapi kekurangan pada artikel cara beternak jangkrik ini.

1 thought on “Beternak Jangkrik Pakan Burung”

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *